Resmikan Gedung RS Ummat PKU Muhammadiyah Lombok Timur, Abdul Mu’ti Tekankan Pentingnya Membangun Budaya Hidup Sehat

 


LOMBOK TIMUR (17/05/2026) – Gedung Rumah Sakit (RS) Ummat PKU Muhammadiyah Lombok Timur telah diresmikan pada Minggu, 17 Mei 2026. Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Sekreataris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed., Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Si., serta sejumlah tokoh penting persyarikatan dan pemerintah daerah. 

Meskipun sempat tertunda dari jadwal semula pada Sabtu, 16 Mei 2026, karena agenda mendesak Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang harus meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, acara peresmian yang berlangsung khidmat ini tetap disambut antusias oleh warga Lombok Timur. 

Muhammadiyah dan Misi Budaya Hidup Sehat 

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed., menggarisbawahi bahwa Muhammadiyah tengah konsisten mengembangkan sistem kuat yang siap membantu pihak yang lemah. Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan seluruh pihak dalam merampungkan fasilitas kesehatan ini. 

"Saya tahu perjuangannya, saya tahu konflik dan dinamikanya. Tapi alhamdulillah, selesai juga rumah sakit ini" ujar Abdul Mu'ti. 

Beliau menambahkan bahwa pembangunan rumah sakit ini sejalan dengan misi pemerintah untuk membangun masyarakat yang sehat, kuat, dan hebat. Merujuk pada keputusan Muktamar Surakarta, ia menegaskan bahwa orientasi Muhammadiyah kini melangkah lebih jauh. 

  • Bukan Sekadar Layanan: Muhammadiyah tidak hanya sebatas membangun infrastruktur atau layanan kesehatan fisik. 
  • Membangun Budaya: Fokus utama yang harus dibangun bersama adalah mengedukasi dan menanamkan budaya hidup sehat di tengah masyarakat. 
  • Modernitas vs Esensi: Membangun layanan kesehatan yang maju dan modern itu penting, tetapi mewujudkan masyarakat yang benar-benar sehat jauh lebih utama. 

Abdul Mu'ti juga meminta agar momentum perayaan Milad Muhammadiyah ke-114 mendatang ditandai secara monumental dengan pembukaan operasional rumah sakit ini secara resmi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, M.Si. 

Penantian 15 Tahun dan Kepatuhan Regulasi 

Ketua PWM NTB, Dr. Tgh. Falahuddin, M.Ag., dalam laporannya menyampaikan kilas balik perjuangan panjang RS Ummat PKU Muhammadiyah Lombok Timur. Peletakan batu pertama rumah sakit ini telah dilakukan sejak tahun 2011. 

"Hampir 15 tahun perjalanan dengan dinamika yang begitu rupa. Alhamdulillah, siang hari ini dengan dukungan seluruh elemen, terutama internal persyarikatan, kita bisa meresmikan gedung yang menjadi idaman warga Muhammadiyah ini," ungkap Falahuddin. 

Ia juga mengingatkan kembali tentang Khittah dan Kepribadian Muhammadiyah untuk selalu tunduk, patuh, dan taat pada aturan serta regulasi yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di akhir sambutan, ia memohon doa dan dukungan penuh dari Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, serta seluruh undangan demi kemajuan rumah sakit. 

Target Operasional Oktober 2026 dan Jiwa Kedermawanan Muhammadiyah 

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Si. (yang akrab disapa Miq Gub), memberikan target konkret agar rumah sakit ini bisa segera mengabdi kepada masyarakat. Secara khusus, ia menitipkan pengawalan regulasi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur. 

"Jadi Pak Sekda Lombok Timur, saya titipkan barang ini, Oktober harus sudah beroperasi. Kalau sampai Agustus masih ada hambatan-hambatan, nanti Gubernur yang telepon Sekda" kelakar Miq Gub yang langsung disambut tepuk tangan dan tawa kecil hadirin. 

Miq Gub juga memuji etos kerja Muhammadiyah dengan mengaitkannya pada fakta bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat volunteerism (kerelawanan) dan kedermawanan tertinggi di dunia. 

"Muhammadiyah itu kalau membangun sesuatu, cukup niat saja dulu. Sekarang niat bikin universitas, dua tahun kemudian sudah jadi itu universitas," imbuhnya. 

Melengkapi Fasilitas Kesehatan Tanpa Berorientasi Profit 

Sekda Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Juaini Taofik, M.AP., yang hadir mewakili Bupati Lombok Timur (yang berhalangan hadir karena menjadi saksi akad nikah di Surabaya), menyampaikan salam takzim dari Bupati serta komitmen penuh pemerintah daerah. Hadirnya RS Ummat PKU Muhammadiyah ini melengkapi total 9 rumah sakit yang ada di Lombok Timur (4 milik pemerintah daerah, 5 milik swasta). Namun, Sekda memberikan catatan unik untuk rumah sakit Muhammadiyah ini yakni rumah sakit yang dimiliki organisasi kemasyarakatan yang tidak berorientasi pada profit. 

Menutup sambutannya, Sekda menyampaikan pesan tegas dari Bupati Lombok Timur. "Tugas Pak Sekda hari ini adalah mempercepat apa yang bisa dipercepat, supaya rumah sakit ini bisa segera melayani masyarakat," pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama